Kesehatan
Semua obat dari semua penyakit, sudah ada di dalam diri kita sejak lahir. Kebanyakan orang tidak mampu mengenalinya. seandainya anda tahu, anda semua akan menjadi tabib bagi diri sendiri dan orang-orang yang membutuhkan. Ingin tahu bagaimana cara mengenali program-program penyembuhan dalam diri?. Silakan sampaikan pertanyaan-pertanyaan anda mengenai hal ini melalui komen di bawah ini. Atau sms ke : 082377531591, 085789703121. Kami bersedia membagi pengalaman kami dalam dunia penyembuhan. Anugerah dari Allah sudah di tangan kita semua, banyak diantaranya kita tidak mampu mengelolanya sebagai sesuatu yang akan banyak memberikan manfaat untuk diri dan orang-orang yang membutuhkan. Berbagai macam metodologi pengobatan akan kami sharingkan kepada anda.Terimakasih
Khasiat Purwoceng
Daun dan batang purwoceng
terbukti dapat meningkatkan kadar hormon testosteron sekaligus untuk
meningkatkan libido. Ratusan tahun yang silam, nenek moyang kita sudah
menggunakannya sebagai afrodisiak dan mengembalikan energi setelah
seharian bekerja.
Itu yang mendorong dokter Taufik R Nasihun Sp And, dokter di
Semarang, Jawa Tengah. Dokter spesialis andrologi itu menguji purwoceng
secara praklinis dengan jasa tikus putih Sprangue dawley. Taufik
mengelompokkan satwa pengerat tersebut dalam 6 grup, masing-masing 10
ekor. Mereka adalah tikus jantan dewasa yang tengah pubertas, berumur 90
hari. “Saat itu hormon testosteron sedang tinggi-tingginya,” kata dosen
di Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Agung Semarang itu.
Kelompok 1 hingga 6 berturut-turut diberi larutan 2 ml aquades, 25 mg
purwoceng, 50 mg purwoceng, 25 mg pasak bumi, 50 mg pasak bumi, dan 25
mg purwoceng serta pasak bumi. Pasak bumi Eurycoma longifolia juga merupakan afrodisiak atau perangsang daya seksual. Taufik memberikan minuman itu secara oral setiap hari selama sepekan.
Testosteron adalah hormon steroid
Hasil uji praklinis itu, testosteron tikus yang diberi 50 mg
purwoceng, meningkat paling tajam : 125%. Testosteron adalah hormon
steroid dari kelompok androgen. Organ penghasil testosteron adalah
testis pada jantan dan indung telur pada betina. Testis memproduksi
testosteron sepanjang hidup. Jantan dewasa menghasilkan testosteron 20X
lebih banyak daripada betina dewasa. Produksi hormon itu diatur oleh
kelenjar hipofisis.
Karena pengaruh hormon itulah, kaum pria bersuara rendah, berotot
gempal, dan tumbuh kumis. Testosteron penting untuk kesehatan, baik
untuk jantan maupun betina. Fungsinya antara lain meningkatkan libido,
energi, fungsi imun, dan perlindungan. Selain meningkatkan kadar
testosteron hingga 125%, dosis 50 mg purwoceng juga mendongkrak hormon
luteinizing hingga 29,2%.
Luteinizing merupakan hormon yang diproduksi hipofisis anterior di
otak. Perannya merangsang sel-sel dalam testis untuk memproduksi hormon
testosteron. “Itu berarti purwoceng memberikan efek langsung dan tidak
langsung sebagai afrodisiak,” kata Taufik. Secara tak langsung berarti
tanaman famili Apiaceae itu menjaga kaum pria awet muda sekaligus
bervitalitas tinggi, itulah idaman para pria.
Kelompok tikus yang diberi campuran masing-masing 25 mg purwoceng dan
pasak bumi juga meningkat kadar hormon testosteronnya hingga 196,3%.
Namun kadar hormon luteinizing hanya terkatrol 2,5%. Menurut dokter
Paulus Wahyudi Halim, herbalis di Tangerang, provinsi Banten, kebugaran
tubuh mempengaruhi aktifitas seksual. ” Herbal dapat mempengaruhi
aktifitas seksual itu selama gangguan pada tubuh hanya bersifat
temporer, bukan permanen,” ujar dokter lulusan Universita Degli Studi Padova Italia itu.
Mengapa kerabat tanaman pegagan itu tokcer alias ampuh meningkatkan testosteron ? Pimpinella alpina mengandung
sterol, furanokumarin, bergapten, dan sphondin. Senyawa-senyawa aktif
itu banyak terdapat di batang dan di akar. Senyawa yang disebut pertama,
dalam tubuh akan dikonversi menjadi testosteron. Sedangkan senyawa
aktif lain merangsang susunan saraf pusat untuk memproduksi hormon
luteinizing.
Aman dikonsumsi
Taufik juga melakukan uji toksisitas purwoceng. Tanaman yang tumbuh
di dataran tinggi ini relatif aman dikonsumsi. Penggunaan dosis
setinggi-tingginya mencapai 600 mg perhari, pada tikus selama 14 hari,
tak menimbulkan efek samping. Setelah uji praklinis pada hewan
percobaan, Taufik juga melakukan uji klinis pada manusia. Ia memberikan
larutan purwoceng pada 40 responden yang minimal berusia 40 tahun.
Penelitian Taufik bersama sejawatnya, Prof Dr dr Susilo Wibowo Sp
And, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, itu membagi
40 pria itu menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama merupakan placebo yang
mengkonsumsi kapsul kosong, sedang kelompok kedua diberi kapsul ekstrak
purwoceng sebanyak 50 mg selama 15 hari.
Hasil penelitian itu menunjukkan kelompok pria yang diberi kapsul
purwoceng mengalami kenaikan hormon luteinizing dan indeks androgen
bebas, serta memperbaiki defisiensi androgen. Pria dewasa sehat
mempunyai indeks androgen bebas 30 – 150. Di bawah angka itu, terjadi
defisiensi testosteron.
Temuan itu menggembirakan, terutama bagi para pria berusia antara 40 –
50 tahun. Mereka rentan amiltauson alias penurunan kadar testosteron
antara lain lantaran polusi lingkungan yang bersifat estrogenik. Survey
perusahaan obat kenamaan menyebutkan, lebih dari 20% pria di Asia
mengalami disfungsi ereksi. Penyebabnya antara lain ritme kerja yang
cepat, konsumsi makanan cepat saji, dan polusi.
Lina Mardiana, herbalis asal Jogjakarta, meresepkan purwoceng untuk
berbagai penyakit seperti disfungsi ereksi dan varikokel –varises pada
kantong kemaluan– Lina meresepkan purwoceng, jahe merah, lada hitam, dan
kayumanis. Menurut Lina, jika pasien rutin meminum kapsul berbahan
ramuan tersebut pasien sembuh dari varikokel. Purwoceng tumbuh di
dataran tinggi Dieng dan pegunungan Pangrango, Jawa Barat. Menurut Griyo
Sujono, kepala Departemen Pemasaran PT Jamu Jago, penderita hipertensi
sebaiknya tidak banyak mengkonsumsi purwoceng karena dapat meningkatkan
tekanan darah (Trubus).
Anda butuh kapsul ekstrak purwoceng ? Klik di sini.
(Sumber : http://daunobat.blogspot.com/2011/10/purwoceng-obat-keperkasaan-pria.html)
ARTIKEL II
Purwoceng dikenal bisa membuat pria semakin perkasa. Selain itu,
purwoceng sebenarnya juga bisa bikin kantong jadi tebal. Peluang
usahanya terbuka lebar, sudah menembus industri jamu bahkan pasar
ekspor. Sudah begitu, pemainnya saat ini masih sedikit.
Bagi Anda yang sudah berusia di atas 17 tahun, nama Mak Erot tentu
tidak asing lagi. Nama emak tua asal Sukabumi, Jawa Barat, itu sudah
menjadi ikon bagi pengobatan keperkasaan lelaki. Ya, Mak Erot memang
dipercaya banyak orang mampu membuat properti pribadi kaum Adam jadi
gagah perkasa.
Soal keperkasaan memang dianggap sebagai salah satu hal terpenting bagi
lelaki, dan tentu saja perempuan. Coba, mana ada lelaki, atau perempuan
yang ingin lelakinya loyo? Maka tak heranlah bila para tabib keperkasaan
macam Mak Erot terus kebanjiran pasien. Obat-obat pemicu gairah pun
laris manis; mulai dari obat bermerek kondang macam Viagra hingga obat
kuat “aneh-aneh” yang dijajakan di kios pojok jalan. Apalagi kalau dalam
obat kuat itu terdapat kandungan ginseng, wah, bakal diyakini tambah
yahud khasiatnya.
Sebenarnya, tak hanya China atau Korea, Indonesia juga punya tumbuhan
yang khasiatnya dipercaya tidak kalah dengan ginseng. Nama tanaman itu
purwoceng atau nama latinnya pimpinella fruacan.
Meski khasiatnya sebagai obat kuat sudah mulai terkenal hingga
mancanegara, mungkin masih sedikit orang Indonesia yang familiar dengan
tumbuhan satu ini. Bisa dimaklumi, pasalnya sampai saat ini, tanaman ini
memang baru bisa ditemukan di daerah tertentu macam dataran tinggi
Dieng, Jawa Tengah. “Purwoceng cuma bisa tumbuh di tempat yang tinggi
dan hawanya dingin,” jelas Dipo Yuwono, seorang petani purwoceng.
Pasarnya orang asing
Selain tempat yang tinggi, menurut para petani di lereng Dieng,
tumbuhan purwoceng juga membutuhkan lahan yang mengandung belerang.
Saroji, seorang petani purwoceng, menceritakan pernah ada orang Bandung
yang mencoba menanam purwoceng di kampung halamannya, namun tidak
berhasil. “Belum pernah ada orang yang bisa menanam purwoceng di luar
Dieng,” kisah orang asli Dieng ini.
Jadi, penasaran, nih, seperti apa purwoceng ini? Dilihat dari
bentuknya, purwoceng mirip semak yang tumbuh liar di pinggir jalan.
Akarnya biasa saja, tidak membungkah besar seperti ginseng. Daunnya
tebal, kecil-kecil, bulat, dengan diameter 0,5 cm. Dia hidup bergerombol
setinggi 20 cm-30 cm.
Di Dieng, kita cukup mudah menemukan purwoceng yang dijual sebagai
salah satu penganan khas kawasan wisata ini. Hampir semua lapak penjual
oleh-oleh di situ menjajakan purwoceng dalam berbagai bentuk produk
olahan. Biasanya, selain dijual dalam kemasan dengan masih berbentuk
akar, purwoceng juga ada yang sudah diracik dengan kopi atau susu.
Walaupun hanya bisa ditemukan di Dieng, hal itu tidak menyurutkan
niat orang-orang menjajal khasiat purwoceng. Malah, kata Saroji, orang
yang pernah merasakan khasiatnya sering kembali mencari purwoceng.
“Banyak yang sengaja datang ke Dieng cuma nyari purwoceng,” tutur Saroji
dengan logat Jawa yang medok.
Kebanyakan, peminat purwoceng ini adalah wisatawan mancanegara,
terutama dari Asia. “Saya punya banyak langganan orang Jepang,” kata
Saroji. Dipo pun mengamini pernyataan Saroji. “Yang beli purwoceng dari
saya biasanya orang Korea atau China,” tambah Dipo. Selain itu, dia juga
akan mengekspor purwoceng ke Singapura.
Harga purwoceng ini lumayan tinggi. Ambil contoh, Dipo menjual
purwoceng basah dan kering dengan harga Rp 250.000 per kg. Adapun Saroji
menjual akar purwoceng yang sudah dikemas dalam bungkusan kecil dengan
harga Rp 7.500 per bungkus. Untuk purwoceng yang sudah diolah menjadi
susu atau kopi, harganya Rp 6.000 per sachet.
Meski peminatnya lumayan banyak dan harganya tinggi, belum banyak
penduduk Dieng yang tertarik bertanam purwoceng. Pasalnya, purwoceng
termasuk jenis tanaman bandel. Kalau tidak telaten dan mahir
memeliharanya, tanaman ini mudah sekali mati. “Dari semua yang ditanam,
bisa jadi sampai 80% itu mati,” tambah Saroji. Makanya, pasokan
purwoceng di Dieng pun tak banyak.
Peluang bisnis purwoceng
Ketenaran purwoceng tak urung menarik perhatian industri besar untuk
memanfaatkannya. “Saya sedang menjajaki kerja sama dengan sebuah
perusahaan jamu yang ingin memakai purwoceng sebagai bahan jamunya,”
tutur Dipo. Bahkan, kabarnya, sebuah perusahaan jamu besar sudah
memasukkan purwoceng dalam salah satu produknya.
Anda ingin ikut ambil bagian dari rezeki purwoceng ini? Mengingat
pasokannya yang masih terbatas, jelas peluang bermain di bisnis ini
masih terbuka lebar di semua lini. Jika punya modal lumayan, Anda bisa
mengembangkan usaha pertanian purwoceng di kawasan Dieng, lalu
memasoknya ke industri jamu.
Memang, bisa jadi Anda tak mau atau tak mampu membuka kebun purwoceng
sendiri, karena tanaman berkhasiat ini hanya bisa tumbuh di Dieng. Toh,
masih ada peluang menjadi penjaja atawa sales purwoceng dan berbagai
produk olahannya. Simpel saja, Anda bisa langsung ke Dieng dan membeli
bahan baku obat kuat itu. Tinggal pilih mau membeli purwoceng langsung
dari petaninya, entah itu dalam bentuk basah atau sudah kering. Atau,
bisa juga membeli purwoceng yang sudah dikemas atau diolah menjadi kopi,
susu, atau akar kering.
Oh, ya, purwoceng yang masih berbentuk akar ada dua jenis. Yaitu,
purwoceng basah dan purwoceng kering. Purwoceng basah biasanya digunakan
sebagai salah satu rempah dalam masakan. Akar purwoceng kering biasanya
untuk diminum dengan cara diseduh seperti teh.
Untuk modal awal, Anda tidak perlu menyiapkan duit banyak-banyak.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, modal awal sebesar Rp 10 juta-Rp 15
juta sudah cukup untuk melakukan bisnis jual beli purwoceng. Modal
tersebut akan dipakai untuk ongkos membeli purwoceng dan biaya angkut
purwoceng dari Dieng ke tempat Anda. Modal itu juga sudah termasuk biaya
pengemasan produk.
Enaknya, pedagang tidak perlu khawatir kalau purwoceng tidak segera
terjual. Pasalnya, purwoceng cukup awet. “Sampai enam bulan juga masih
bisa dipakai, “jelas Dipo. Namun, tentu saja Anda tidak perlu menunggu
waktu selama itu untuk bisa menjualnya. Menurut Saroji, seluruh
purwoceng yang dia buat selalu habis terjual. “Dalam seminggu saya
minimal membuat 500 bungkus, dan itu pasti habis, “tegasnya.
Lalu, bagaimana labanya? Jika bisa kulakan langsung dari petani, lalu
menjualnya ke konsumen atau mengekspornya, tentu pedagang bisa memetik
untung yang tebal. Maklum, pemain yang masih langka membuat pedagang
bisa membentuk harga sendiri.
+++++
Wangsit dari sang Kakek
Purwoceng sudah menarik perhatian dunia kesehatan modern. Berbagai
penelitian ilmiah sudah dilakukan terhadap tanaman satu ini. Bahkan,
khasiatnya sudah dipatenkan Wibowo, Guru Besar Fakultas Kedokteran
Universitas Diponegoro.
Namun, di balik kesaktian purwoceng, ada cerita mistis soal
asal-usulnya. Konon, sekitar tahun 1970 terjadi kebakaran hutan di
Gunung Perahu, salah satu gunung yang mengelilingi dataran tinggi Dieng.
Waktu itu, ada seorang anak kecil, entah dari mana asalnya, yang lari
ketakutan dan meminta perlindungan kepada penduduk sekitar Dieng. Anak
itu menggenggam suatu tanaman.
Tanaman itu pun ditanam oleh penduduk tanpa tahu kegunaannya. Suatu
hari, salah seorang penduduk bermimpi bertemu seorang kakek. Si kakek
pun berpesan agar dia membiarkan tanaman tersebut berkembang, lantaran
suatu saat akan ada gunanya.
Benar saja, suatu saat, salah seorang penduduk yang jatuh sakit
karena kelelahan, secara iseng memetik tanaman tersebut dan menyeduhnya
seperti teh. Ajaibnya, setelah meminum hasil seduhan tanaman tersebut,
orang itu berangsur kembali sehat. Bahkan, dia pun menjadi “perkasa”.
Harris Hadinata (Dieng)
SELAMAT DATANG DI BLOG RAHIM SANJAYA Blog ini saya buat untuk berbagai kepentingan. Semoga semua yang saya tuangkan dalam blog ini dapat memberi manfaat kepada lebih banyak orang.
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Oleh : Frestika Dwi Maharrini, S.P. Indonesia adalah negara pengekspor terbesar bahan baku dan produk dari biji Janitri. Sayangnya sebagian ...
-
Pohon Afrika Dengan Pertumbuhan Yang Relatif Serempak Anakan Pohon Afrika Asal Biji Banyak Tumbuh Di Bawah Pohon Induk Po...
-
SUREN ( TOONA SURENI ) Klasifikasi Kingdom : Plantae-Plants Subkingdom : Tracheobionta – Vascular Plants Superdivision...
No comments:
Post a Comment